Senin, 08 April 2013

Gedung PKM FT


Gedung PKM FT atau pusat kegiatan mahasiswa fakultas teknik. Disini terdapat berbagai jenis ruang dari berbagai himpunan kemahasiswaan di FT, berbagai jurusan di FT. Seperti himpunan mahasiswa teknik sipil (HMTS), hima mesin, hima elektro, hima TJP, lekmapala, organisasi kepramukaan FT dan juga kedudukan tertinggi BEM FT.

Setiap ruangan yang terdapat di gedung tersebut merupakan tanggung jawab masing-masing mahasiswa yang merupakan anggota dari organisasi mahasiswa tersebut. Masing-masing ruangan dihias sebaik mungkin, agar mahasiswa nyaman melaksanakan tugas-tugas dari organisasi kemahasiswaan. Sering kali jika terdapat rapat mahasiswa, dilaksanakan di gedung tersebut. Biasanya sih diteras PKM, tapi sangat disayangkan jika hujan itu mahasiswa pasti terkena cipratan air, jadi dipindah didalam gedung ya bisa disebut itu ruang tamunya PKM.

Akan tetapi jika dipindah disana tempatnya kotor, jarang disapu dan mahasiswa harus membersihkannya terlebih dahulu, sangat menyianyiakan waktu. Nah ini dia yang sangat disayangkan dari PKM FT, tempatnya itu yang kumuh dibandingkan dengan PKM lainnya jika menurut saya. Soalnya saya juga ikut hima sipil, jadi sering sekali mampir ke PKM.

Beberapa bagian dinding terlihat retak, juga cat pun luntur. Tapi untuk ruang HMTS menurut saya sudah cukup baik, sudah tertata rapi dibanding dengan ruang yang lainnya. Saya mempunyai ide untuk ruang PKM FT direnovasi atau diperluas, agar mahasiswa benar-benar nyaman. Agar tidak hanya mahasiswa yang aktif organisasi saja yang mampir ke PKM, mahasiswa yang tidak aktif organisasipun bisa main, mampir, bahkan nongkrong di PKM.
Beberapa foto dari gedung PKM FT :



 Tampak depan gedung PKM FT.

 Kerusakan atau keretakan tembok PKM FT.


Tampak berantakannya lorong didepan ruang HMTS. Barang-barang berserakan.

Kamar mandi PKM FT.

 Rak sepatu disamping kamar mandi PKM FT.

 Diatas tampak ruang Hima Sipil dan Hima TJP, saat diadakan rapat ruangan tersebut tidak muat. sehingga banyak juga yang diluar.

Jadi, sebaiknya gedungnya diruntuhkan terus dibangun kembali, ya mungkin butuh dana untuk membangunnya. Tapi mahasiswa pasti sangat setuju untuk merenovasi gedung tersebut. Diruntuhkan dibangun kembali, mungkin bisa dibuat 2 lantai atau bahkan lebih. Dibuat sebaik mungkin, kalo bisa diberi pendingin ruangan. Terus ditambah ruang yang benar-benar luas untuk bisa diadakan rapat diruang tersebut. Ditambah peralatan untuk rapat, kursi meja, lcd dan lain-lain, pokoknya dibuat sebagusa dan senyaman mungkin. Sangatlah jelas himpunan mahasiswa sering mengadakan rapat, bahkan rapat bulanan yang wajib diadakan setiap himpunan. Mungkin dengan adanya ruang khusus itu, mahasiswa yang malas datang rapat bisa bersemangat datang karena terdapat ruang khusus yang bagus. Hehe amin :)

Kita kan mahasiswa teknik. Bisa bekerja sama bersama-sama membangunnya. Mahasiswa arsitek dapat merancangnya, mahasiswa teknik sipil dapat memperhitungkan bangunan dan sebagainya. Dosenpun dapat serta membantu, tidak perlu membutuhkan orang lain yang tentunya dibayar banyak untuk mendesainnya, kita pasti bisa bersama-sama merancangnya.

Itulah beberapa ide saya untuk gedung PKM FT, pusat kegiatan mahasiswa teknik. Semoga suatu saat bisa tercapai, bisa benar-benar direnovasi.

Banjir dan Kemacetan Panjang


Sekarang sering kali cuaca berganti-ganti, yang awalnya panas terik kemudian hujan turun dengan derasnya, benar-benar tak pernah disangka. Tentunya mahasiswa yang akan berangkat kuliah atau pulang kuliah harus menunggu hujan reda, walaupun beberapa nekat hujan-hujanan sehingga membuatnya basah kuyup.

Seringkali setelah itupun banjir dan kemacetan terjadi. Tempat yang sering terkena itu di jalan dekat lapangan FIK, jalan yang sering dilewati mahasiswa teknik dan mahasiswa ilmu keolahragaan. Karena hanya dari jalan tersebut mahasiswa 2 fakultas tersebut lewat, jalan yang terdekat dari kampus mereka, sehingga hanya lewat jalan tersebutlah mereka ke kampusnya. Tau sendiri setelah ada larangan kendaraan bermotor dilarang lewat area kampus unnes, terdapat beberapa titik pusat parkiran dan jalan-jalan yang tidak boleh dilewati kendaraan bermotor dijam-jam tertentu.

Air yang tidak bisa mengalir sehingga menghenangi jalan utama di dua fakultas tersebut. Dan itu mengakibatkan kemacetan yang panjang jika mahasiswa yang menunggu hujan akan pulang ke kos atau  pergi kekampus. Kemacetan terjadi hingga mencapai tempat parkir FT. Saya sering mengalaminya, ini terdapat beberapa foto yang saya ambil


Diatas terlihat kemacetan di jalan dekat lapangan FIK, kemacetan begitu panjang.


 Diatas terlihat air yang menggenangi jalan.
Mohon maaf jika fotonya buram dikarenakan saya mengambilnya juga dalam posisi terkena macet.

Foto dalam kejadian tersebut terjadi pada hari kamis, 4 april 2013 kurang lebih pukul 15.20 WIB. Hujan deras baru saja berhenti dan mahasiswa yang dari kampus mulai keluar atau mahasiswa mau berangkat kekampus. Jelas satu-satunya jalan mahasiswa dua fakultas melewati jalan ini, jadi kemacetan tidak bisa dihindari.

Saya memiliki ide untuk jalan tersebut agar terhindar dari banjir dan kemacetan, yakni dibuat jembatan layang seperti di kalibanteng, pasti bagus sekali. Jelas belum ada universitas disemarang yang memiliki jembatan layang, mungkin satu-satunya jalan di semarang masih di kalibanteng.hehe J
Saya yakin jalan itu pasti dapat terhindar dari banjir dan kemacetan. Mungkin bisa terelasiasikan 5-10 tahun kemudian. Jelas telah banyak mahasiswa teknik unnes yang lulus, mereka bisa bersama-sama membangunnya, jembatan layang dari gerbang jalan dekat lapangan FIK sampai parkiran FT. Akan sangat wow sekali kan kampus kita unnes.

Memang bukan hanya solusi itu saja yang dapat memperbaiki jalan itu dari banjir, yang mudah mungkin bisa dibuat saluran air sehingga air tidak tergenang. Dan memperbaiki jalan-jalan yang kebanyakan berlubang, memperluasnya juga bisa. Banyak yang bisa dilakukan untuk memperbaiki jalan tersebut sebelum membuat jembatan layang, tapi saya terlintas ide tersebut karena itulah jalan satu-satunya bagi mahasiswa dua fakultas sehingga mungkin dengan cara membuat jembatan layang benar-benar bisa terhindar dari banjir. Dan tentunya mobil dapat lewat jalan tersebut.

Selasa, 19 Maret 2013

Alat Transportasi Kampus Unnes

Berbagai alat transportasi disediakan untuk mendukung kegiatan Slogan Unnes Konservasi, seperti bis dan sepeda. Telah saya jelaskan yang lalu bahwa kendaraan bermotor dilarang dipakai di area kampus, kendaraan bermotor di parkiran dibeberapa titik pusat parkir. Jadi diberikan fasilitas alat transportasi bagi mahasiswa yang akan berpindah Fakultas. Seperti contoh saat mahasiswa berkuliah di FMIPA dan mahasiswa harus berpindah ke FT, disediakan bis. Jarak yang begitu jauh tidak memungkinkan mahasiswa berjalan kaki, karena letak FT yang begitu terpencil paling ujung.

Bis adalah transportasi terbaru yang disediakan unnes. Terdapat 4 bis disediakan, untuk mahasiswa dan dosen. Terdapat juga beberapa titik shelter atau tempat pemberhentian bis. Peraturan juga mengatakan bis akan datang tiap 15 menit sekali. Tapi itu tidak sesuai dengan kenyataan, bis sering kali terlambat. Belum lagi jika penuh, mahasiswa maupun dosen yang akan menumpang pasti di lewati saja, dan kami harus menunggu kedatangan bis lagi, menurut saya benar-benar membuang waktu dan sangat tidak efektif. Ini semua dilaksanakan demi terciptanya slogan unnes konservasi dan berkurangnya polusi di kampus unnes.

Ini dia 4 bis yang dimiliki unnes.

Berharap sih bisnya bisa ditambah atau bila mungkin diganti seperti busway atau BRT, alhamduliah ada busway gandeng seperti dijakarta. Bisa mengurangi kepadatan didalam bis dan tentunya dapat mengurangi keterlambatan bis. Amin :)

Selain alat transportasi bis, unnes juga menyediakan sepeda, mahasiswa dapat menggunakan sepeda saat mobilisasi di dalam area kampus. Sepeda bisa dipinjam disetiap fakultas dengan cara mahasiswanya meninggalkan KTM kepada satpam fakultas dan mengembalikan kembali ke fakultas tersebut. Sebagai contoh mahasiswa yang meminjam sepeda di FT mobilisasi ke FIS, dia harus mengembalikan kembali ke FT agar bisa mengambil KTMnya kembali. Menyehatkan memang bersepeda juga mengurangi polusi di area kampus daripada berkendaraan motor. Asik juga bisa menikmati daerah unnes yang rindang penuh dengan pohon-pohon. 
Tapi sangat disayangkan dengan keadaan sebagian sepeda sekarang, banyak yang bannya kempes dan terlihat kurang terawat. Jumlah nya juga sebaiknya diperbanyak. Dan segera diperbaiki sepeda-sepeda yang rusak.

Agar mahasiswa berminat bersepeda, sebaiknya ditambah sepeda-sepeda yang lucu atau mungkin sepeda yang bisa dipakai berdua atau lebih. Pasti banyak mahasiswa yang bersepeda, mereka akan senang dengan bersepeda ramai-ramai dibandingkan harus bersepeda sendirian. Saya pun ingin pastinya mencoba, bisa bersepeda bareng-bareng dengan lebih dari dua orang. Karena masih jarangnya mahasiswa yang bersepeda, mereka memilih lebih baik naik bis walau rela menunggu lama. Alat transportasi terakhir jelas dengan berjalan kaki tapi masih jarang yang berjalan kaki. Contoh saja, saya pun tidak akan mungkin berjalan dari parkiran gedung serba guna unnes menuju fakultas saya yakni FT, jaraknya yang begitu jauh, lebih baik saya memilih naik bis atau parkir di tempat terdekat dari FT. Sebagian besar mungkin mahasiswa FT berpikiran seperti itu.

Sebaiknya juga bisa diberi jalur kusus orang bersepeda dengan jalur bis, agar menghindari tindak kecelakaan yang tidak dinginkan. Dan juga dengan orang yang berjalan kaki walaupun masih jarang yang berjalan kaki, paling mereka berjalan menuju parkiran motor terdekat mereka. Tapi untuk keselamatan dan kenyamanan sebaiknya bisa dibuat jalur kusus antara bis, bersepeda, dan berjalan kaki di area kampus unnes.

Selasa, 12 Maret 2013

Masalah Parkiran UNNES

Dilarangnya mahasiswa menggunakan kendaraan bermotor pada area kampus dalam waktu yang telah ditentukan, yakni pada pukul 07.00 sampai 16.00 WIB. Dibuat sebagai bentuk keperdulian untuk mengurangi polusi di kampus. Sehingga terdapat enam titik tempat parkir terpusat yakni :
1.        Shelter terbuka sebelah masjid Ulul Albab
2.        Gedung Serba Guna sebelah BNI
3.        Shelter terbuka di parkir MIPA
4.        Shelter terbuka di parkir FIK
5.        Shelter terbuka di sebelah PKMU
6.        Shelter terbuka di samping Gerbang Utama
Itulah beberapa titik pusat parkir, mahasiswa dapat memilih dimana area terdekat dari fakultasnya untuk kuliah.

Menurut saya, beberapa titik pusat parkir itu belum bisa menampung kendaraan bermotor mahasiswa Unnes. Sering terjadi kemacetan diarea parkir diwaktu efektif perkuliahan, belum lagi mahasiswa yang harus mobile mengikuti kuliah MKU/MKDK yang berada diluar fakultas mereka. Seperti yang pernah saya alami saat akan kuliah MKU di FBS hari Selasa pukul 15.00 WIB, saya parkir di Shelter terbuka masjid Ulul Albab terjadi kemacetan yang cukup panjang dan cukup membingungkan karena petugas parkir yang mengarahkan kurang pandai dalam menangani mahasiswa, dan banyak juga mahasiswa yang tidak tertib parkir dan terus menerobos sehingga terlihat parkiran tidak teratur. Masalah yang benar-benar harus diselesaikan bersama. 


Terdapat lagi parkiran baru untuk mahasiswa teknik seperti saya, disamping kampus persis didekat gedung E2. Dulunya sih mahasiswa teknik parkirnya di FIK di tempat parkir FIK tapi sekarang dipindah. Dan itu benar-benar tidak efektif. Tempatnya yang panas, sempit dan ditanah membuat becek. Mahasiswa teknik yang parkir disanapun harus lewat jalan perkampungan yakni lewat jalan Cempaka sehingga tembusnya di sebelah lapangan FIK. Bisa terlihat beberapa gambar disini, keadaan parkiran FT :



















Benar-benar tidak rapi dan berantakan, petugasnya jarang mengatur terserah mahasiswa dan seenaknya saja parkir sembarangan, mungkin terburu-buru yang penting parkir. Terlihat beberapa motor yang parkir sembarangan dan tidak teratur dan tempat parkiran yang becek seperti dibawah ini:


Terlihat dibelakang teman saya david dan firda, motor-motor yang tertata kurang rapi dan berantakan.

Terkadang petugas parkir tegas dan memarahi mahasiswa yang parkir sembarangan. Terdapat juga petugas yang berjaga di pintu keluar parkir, mereka meminta mahasiswa untuk menunjukan STNK masing-masing untuk keluar. Dengan cara itu memang sangat menjamin keamanan sepeda motor, dan yang tidak membawa STNK biasanya mahasiswa diminta KTM nya untuk menjamin. Tapi terkadang ada juga mahasiswa bandel yang langsung saja kabur tidak menyerahkan apa-apa, tapi saya acungkan jempol bagi petugas yang menghalangi mahasiswa bandel tersebut.

Jadi kesimpulan dari area parkir unnes adalah agar mahasiswa tertib untuk parkir sehingga terlihat rapi dan tidak terjadi kemacetan. Untuk petugasnya harus lebih tegas dalam mengatur mahasiswa yang akan parkir. Dan lebih baiknya area parkir lebih luas karena tidak cukup untuk menampung ribuan kendaraan motor. Seperti area di Masjid Ulul Albab seharusnya diperluas.